HUMAS USU - Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan kuliah umum dengan tajuk “Kearifan Lokal di Era Revolusi Industri 4.0”. Materi langsung disampaikan oleh Guru Besar Hukum Adat FH USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, S,H., M.Hum di Gelanggang Mahasiswa USU pada Senin, (12/09/2022). Kuliah umum ini merupakan perkuliahan perdana mata kuliah Hukum Adat di FH USU. 


Prof. Dr. Runtung Sitepu, S,H., M.Hum menjelaskan pada kuliah perdana ini bertujuan untuk memperkenalkan seluruh team teaching Hukum Adat sekaligus mempertemukan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Hukum Adat FH USU. 


“Ini acara sebenarnya adalah kuliah pertama secara simbolis dari mata kuliah Hukum Adat FH USU, tetapi di kuliah perdana ini sekaligus juga kita memperkenalkan team teaching semua yang ada di mata kuliah Hukum Adat,” jelas Prof. Runtung.


Pada kuliah umum tersebut, Prof. Dr. Runtung Sitepu, S,H., M.Hum memberikan penjelasan kepada mahasiswa bahwa hukum adat tetap populer bahkan di negara maju. Selain itu pentingnya untuk memahami hukum adat karena pada dasarnya Peraturan Perundang-undangan di Indonesia sampai saat ini didasari hukum adat. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk mengikuti materi tentang hukum adat.    


“Saya ingin menjelaskan kepada mereka bahwa hukum ada tetap populer di negara maju, di mana saja sehingga dengan menyebutkan pentingnya memahami hukum adat ini, meningkatkan minat mereka untuk mengikuti materi para dosen,” katanya.


 Prof. Dr. Runtung Sitepu, S,H., M.Hum berharap mahasiswa dapat melihat pentingnya hukum adat, diharapkan para generasi muda dapat mendorong segera terwujudnya Rancangan Undang-undang masyarakat hukum adat dan menjadi skala prioritas proses legislasi di DPR RI sehingga terwujud menjadi undang-undang. 


“Kita harapkan dari generasi muda ini akan mendorong supaya RUU masyarakat hukum adat ini akan lebih cepat menjadi skala prioritas di proses legislasi di DPR RI sehingga bisa terwujud menjadi undang-undang,” tuturnya. 


Wakil Dekan I Dr. Agusmidah, SH.,M.Hum menyebutkan mata kuliah kearifan lokal merupakan kebijakan universitas untuk diterapkan dan diambil oleh lintas program studi. Untuk FH USU terdapat mata kuliah Hukum Adat yang merupakan mata kuliahkearifan lokal. Sehingga FH USU mengadakan kuliah umum Kearifan Lokal dan mengundang Guru Besar Hukum Adat FH USU sebagai narasumber. 


“Sesungguhnya mata kuliah kearifan lokal ini adalah kebijakan universitas untuk diterapkan dan bisa diambil oleh lintas prodi dan hari ini karenamemang peminatnya cukup banyak, maka diadakan kuliah umum dengan memanggil narasumber guru besar hukum adat dari FH USU,” terang WD I FH USU. 


Sebagai tambahan informasi pada kuliah umum tersebut terdapat sederet penampilan hiburan yang dibawakan oleh mahasiswa. Penampilan tersebut sarat akan kearifan lokal dengan menampilkan tarian daerah, menyanyikan lagu daerah, dan lainnya.

Selengkapnya

Berita Terbaru

AISYIYAH DAN PEMKAB HSU GELAR LOKAKARYA PENYEDIAAN LAYANAN PENCEGAHAN- PENANGANAN PERKAWINAN ANAK

AMUNTAI - Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA)...

Halal BiHalal Takmir Masjid Agung Demak Di Hadi...

DEMAK - Halal Bihalal Takmir Masjid Agung Demak yang berlangsung di Paseban K...

Audiensi Layanan Darurat 112, Pemkab Tuban Mantapkan Komitmen Pelayanan Publik Digital

Tubankab - Guna mengakselerasi program Smart City dan meningkatkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemerintah Kabupaten Tuban …

Wakil Bupati Tapanuli Utara Hadiri Acara Pengembalian Sisa Dana Hibah Pilkada 2024 oleh KPU

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Taput, David P. Sipahutar, menghadiri acara serah terima pengembalian sisa dana hibah dari Komisi…

Pemkot Bogor dan BJB Kolaborasi Tata Gang Roda Surya Kencana

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Bank BJB sepakat berkolaborasi dalam penataan Gang Roda, Surya Kencana. Kesepakatan tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Pemkot Bogor dan BJB Cabang Bogor. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi, mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan BJB Cabang Bogor terhadap semua program dan kegiatan yang diluncurkan oleh Pemkot Bogor. Penataan pedagang kaki lima (PKL), dikatakan Hanafi, menjadi salah satu ke

TERPOPULER MINGGU INI

Wabup Hendra Buka Tournament Sepak Bola Sasando Cup Tahun 2022

LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto membuka tournament sepak bola (U 15) SASANDO CUP Tahun 2022 se Kecamatan Limboto Barat dan Kecamatan Tibawa.

Bupati Nelson Jadi Narasumber Pelatihan Kapasitas Staf Pemerintah Tentang SOP-GA

LIMBOTO – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menjadi Narasumber pada Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf Pemerintah Tentang Standard Operating Procedure – Good Agricutural Practices (SOP-GAP) Komoditi

Goa Kalilawa Waterfall Dulamayo Utara Jadi Potensi Wisata Daerah

LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S Hemeto mengatakan Wisata Goa Kalilawa di Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo mampu jadi potensi wisata

Jadi Narsum Webinar Nasional, Bupati Nelson Paparkan Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara

LIMBOTO – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menjadi narasumber pada acara Webiner Nasional dengan Tema “Ayo Bangkit, Kelapa Pohon Kehidupan Menjadi Industri Strategis Nasional. Webiner Nasional