Jakarta - Program Konsolidasi Tanah Vertikal pertama di Indonesia berhasil diwujudkan melalui kerja sama antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), khususnya Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Sejak Juli 2024, sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) telah menempati rumah susun di kawasan padat penduduk, yaitu Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat.

Melalui program Konsolidasi Tanah, Menteri ATR/Kepala BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan agar dilakukan pengelolaan dan pemanfaatan tanah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Setelah rumah susun empat lantai dengan bidang tanah seluas 90 meter persegi ini dibangun, setiap KK menghuni unit seluas 18 meter persegi, di mana sebelumnya setiap KK menempati rumah petak seluas 10 meter persegi. Dari program ini, dihasilkan 1 Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Bersama; 1 Sertipikat Hak Pakai; dan 9 Sertipikat Hak Milik Sarusun.

Kartiwo (60) seorang pensiunan mengaku kehidupannya berubah 180 derajat usai berpindah ke unit rumah susun yang terletak di Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat ini. Sebelumnya, ia merasa rumahnya kumuh dan tidak layak huni mengingat letaknya di belakang Jalan Inspeksi Kali Grogol.

“Jelas beda dari segi kesehatan, keindahan, berbeda 180 derajat. Sesuai motonya Yayasan Buddha Tzu Chi, saya harap ke depannya sehat keluarga, sehat lingkungan, sehat ekonomi. Alhamdulillah sehat lingkungan sudah tercapai jadi kami ingin juga sehat ekonominya,” ujar Kartiwo saat ditemui di unit rumah susunnya, Jumat (02/08/2024).

Ogin Akbar (28) yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek _online_ mengaku terkejut karena rumahnya dibangun megah meski berada di gang sempit. Sebagai generasi milenial, Ogin Akbar menyambut baik penerbitan Sertipikat Tanah Elektronik untuk program Konsolidasi Tanah Vertikal yang ia terima atas namanya sendiri.

“Untuk seusia saya, sertipikat elekkronik sangat bagus, simpel, ada di hp, kalau bisa diperluas lagi ke semua warga. Saya beserta keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan ini, sangat berguna, sangat bermanfaat bagi keluarga saya untuk ke depannya,” ungkap Ogin Akbar.

Sebagai informasi, Konsolidasi Tanah adalah penataan kembali tanah-tanah yang terpisah secara kepemilikan dan penggunaan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pada umumnya di Indonesia, program ini dilaksanakan secara horizontal. Namun, kepadatan penduduk di Jakarta mendorong pemerintah untuk melakukan penggabungan dan penataan secara vertikal dalam bentuk rumah susun atau apartemen.

Adapun program Perbaikan Rumah dan Konsolidasi Tanah Vertikal di Kelurahan Palmerah ini diresmikan Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bersama Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Embun Sari pada 3 Juli lalu. (YS/YZ/RA)

#AHYMenteriATR
#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia
#SetiapKitaAdalahHumas
#SetiapKitaAdalahAmbassador

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional 

X: x.com/kem_atrbpn
Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ 
Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN 
Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN    
TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn 
Situs: atrbpn.go.id 
PPID: ppid.atrbpn.go.id

Selengkapnya

Berita Terbaru

Polres Intensifkan Patroli Pengamanan Objek Wisata saat Libur Lebaran

Reporter : Syamsul AkbarGENDING - Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Probolinggo menggelar patroli pengamanan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Probolinggo selama masa libur lebaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata populer di Kabupaten Probolinggo. Rabu (2/4/2025), tim Sat Pamobvit

Pemprov Sulbar Pantau Kembali Posko Bersama Forkopimda Antisipasi Arus Balik Mudik

MAMUJU - Pemprov Sulawesi Barat kembali memantau posko bersama forkopimda mengantisipasi arus balik mudik lebaran Idul Fitri 1446 H. Pelaksana harian (Plh) Sekprov Herdin Ismail mengatakan, berbagai langkah antisipasi agar kelancaran mobilitas pemudik berjalan lancar. "Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meminimalisir hambatan selama periode arus balik," kata Herdin, Kamis 3 April 2025. Ia menambahkan kolaborasi yang ditangani Dinas Perhubungan Sulbar bersama UPTD terminal Tipe A, termasuk Jasa Raharja. "Dishub juga sudah mendata ada 1.035 kendaraan roda empat dan bus melintas di wilayah Sulbar. Sekitar 21.000 orang setiap bus," ungkap Herdin. Selain itu, pihaknya juga berkordinasi dengan Balai…

Om Zein Akan Perbaiki Akses Jalan Taman Batu, Ini Syaratnya

PURWAKARTA - Bayangkan sebuah pemandangan: pegunungan hijau membentang di kejauhan, udara sejuk menyapa kulit, dan suara air yang mengalir menyejukkan telinga.Itulah gambaran awal yang terlintas ketika membayangkan Taman Batu Bojong di Purwakarta. Namun, keindahan alam semata tak cukup untuk menjamin keberlangsungan destinasi wisata ini.Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, menekankan pentingnya dua hal yang saling berkaitan: infrastruktur jalan yang memadai dan kebersihan lingkungan sekitarnya.Pada kunjungan monitoringnya tanggal 2 April 2025 lalu, Om Zein menyampaikan komitmen untuk memperbaiki jalan akses menuju Taman Batu Bojong. Namun, perbaikan ini diiringi dengan sebuah syarat, yakni: partisipasi aktif warga sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan dan khususnya bahu jalan menuju kawasan wisata."Kita akan perbaiki jalan akses ke taman batu dengan syarat warga mau bersihkan bahu jalan yang penuh dengan rumput, dan jangan buang sampah sembarangan," kata Om Zein.Bayangkan jalanan yang mulus dan bersih kontras dengan pemandangan sampah berserakan dan rumput liar yang tumbuh tak terkendali. Kondisi tersebut bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengurangi kenyamanan pengunjung dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.Komitmen Menjaga Kebersihan Lingkungan Kawasan WisataOm Zein menggambarkannya dengan gamblang: seindah apapun pemandangan alam, sampah dan jalanan yang rusak akan merusak pengalaman wisata. Kebersihan lingkungan di sekitar Taman Batu Bojong bukan sekadar soal estetika. Bau tidak sedap, genangan air kotor, dan potensi keberadaan hewan pembawa penyakit akan sangat mengganggu kenyamanan, bahkan membahayakan kesehatan pengunjung."Oleh karena itu, komitmen bersama dari pengelola wisata, warga, dan aparatur desa sangat penting. Tempat sampah yang memadai, pembersihan rutin, dan sosialisasi yang intensif tentang pentingnya menjaga kebersihan merupakan langkah-langkah nyata yang harus dilakukan," ujarnya.Selain kebersihan, infrastruktur jalan yang baik menjadi kunci utama aksesibilitas. Jalan yang mulus, lebar, dan terawat akan memudahkan pengunjung mencapai Taman Batu Bojong. Sebaliknya, jalan yang rusak, berlubang, dan sempit akan menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan membahayakan keselamatan.Perbaikan dan Pemeliharan Infrastruktur Jalan Secara BerkalaPerbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan secara berkala, termasuk penambahan penerangan jalan, sangat penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan, terutama pada malam hari.Lebih jauh lagi, Om Zein melihat kebersihan dan infrastruktur yang baik sebagai investasi jangka panjang. Taman Batu Bojong yang bersih dan mudah diakses akan menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Kerja sama yang harmonis antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat sekitar merupakan kunci keberhasilannya," kata Om Zein.Taman Batu Bojong, dengan keindahan bebatuan alami di kaki Gunung Burangrang, kolam renang alami yang jernih, dan suasana sejuknya, berpotensi menjadi destinasi wisata yang luar biasa."Namun, keindahan alam ini harus dijaga dan di lestarikan dengan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan memperbaiki infrastruktur. Kedepan, jalan menuju Taman Batu Bojong, sebaiknya menjadi cerminan dari keindahan yang ada di dalamnya: bersih, tertata rapi, dan nyaman," demikian Om Zein. (Diskominfo Purwakarta)Foto : Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein saat monitoring kawasan wisata Taman Batu Bojong.

TERPOPULER MINGGU INI

Wabup Hendra Buka Tournament Sepak Bola Sasando Cup Tahun 2022

LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto membuka tournament sepak bola (U 15) SASANDO CUP Tahun 2022 se Kecamatan Limboto Barat dan Kecamatan Tibawa.

Bupati Nelson Jadi Narasumber Pelatihan Kapasitas Staf Pemerintah Tentang SOP-GA

LIMBOTO – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menjadi Narasumber pada Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf Pemerintah Tentang Standard Operating Procedure – Good Agricutural Practices (SOP-GAP) Komoditi

Goa Kalilawa Waterfall Dulamayo Utara Jadi Potensi Wisata Daerah

LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S Hemeto mengatakan Wisata Goa Kalilawa di Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo mampu jadi potensi wisata

Jadi Narsum Webinar Nasional, Bupati Nelson Paparkan Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara

LIMBOTO – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menjadi narasumber pada acara Webiner Nasional dengan Tema “Ayo Bangkit, Kelapa Pohon Kehidupan Menjadi Industri Strategis Nasional. Webiner Nasional