Batam - Pengadaan tanah memegang peran penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan untuk kepentingan umum. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan maupun pertumbuhan ekonomi. Namun dalam implementasinya, permasalahan terkait pengadaan tanah masih kerap dijumpai pada berbagai wilayah di Indonesia, sehingga dibutuhkan pemahaman mendalam terkait regulasi pengadaan tanah bagi para pelaksana di lapangan.

Untuk meminimalisir hal tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (PTPP)  menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan PP Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah. Sosialisasi diselenggarakan secara daring dan luring di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (27/10/2022).

Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto yang hadir secara daring mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting agar dipahami publik dan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan oleh para pemangku kepentingan terkait. 

“Sejauh ini program pengadaan tanah cukup sukses, Kementerian ATR/BPN merupakan garda terdepan dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Diperlukan kehati-hatian, kajian hukum, pertimbangan, dan sosialisasi yang matang, guna mencerdaskan masyarakat mengenai pentingnya program pengadaan tanah dan Proyek Strategi Nasional,” ujar Himawan Arief Sugoto dalam sambutannya.

Terkait PP Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah, Himawan Arief Sugoto menjelaskan, dibentuknya Badan Bank Tanah bertujuan sebagai lembaga pengelola investasi tanah untuk mendukung kemudahan berusaha. Selain itu, juga menegaskan agar Badan Bank Tanah harus memiliki tugas yang berimbang dalam mewujudkan keadilan perekonomian pertanahan.

Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal (Dirjen) PTPP, Embun Sari menjelaskan bahwa tidak ada satu pun pembangunan Proyek Strategis Nasional maupun Proyek Non Strategis Nasional yang tidak memerlukan pengadaan tanah. “Penyelenggaraan pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar,” ujar Embun Sari.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha dan Keuangan Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat menjelaskan, tugas Bank Tanah sebagai land manager mulai dari perencanaan, perolehan, pengadaan, pengelolaan, pemanfaatan, hingga pendistribusian. “Bank Tanah berdiri untuk ekonomi berkeadilan dalam menyediakan tanah untuk kepentingan umum, sosial, pemerataan ekonomi, serta berperan untuk menyediakan tanah sebesar 30% untuk mendukung program Reforma Agraria,” ujar Hakiki.

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau beserta jajaran; perwakilan dari pemerintah provinsi/kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau; Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim, Raja Ali Haji, Tanjung Pinang; Dekan Fakultas Hukum, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang; serta jajaran Badan Bank Tanah. (JR)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional 

Twitter: twitter.com/atr_bpn    
Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ 
Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN 
Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN    
TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn 
Situs: atrbpn.go.id 
PPID: ppid.atrbpn.go.id

Selengkapnya

Berita Terbaru

Pemprov Sulbar Pantau Kembali Posko Bersama Forkopimda Antisipasi Arus Balik Mudik

MAMUJU - Pemprov Sulawesi Barat kembali memantau posko bersama forkopimda mengantisipasi arus balik mudik lebaran Idul Fitri 1446 H. Pelaksana harian (Plh) Sekprov Herdin Ismail mengatakan, berbagai langkah antisipasi agar kelancaran mobilitas pemudik berjalan lancar. "Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meminimalisir hambatan selama periode arus balik," kata Herdin, Kamis 3 April 2025. Ia menambahkan kolaborasi yang ditangani Dinas Perhubungan Sulbar bersama UPTD terminal Tipe A, termasuk Jasa Raharja. "Dishub juga sudah mendata ada 1.035 kendaraan roda empat dan bus melintas di wilayah Sulbar. Sekitar 21.000 orang setiap bus," ungkap Herdin. Selain itu, pihaknya juga berkordinasi dengan Balai…

Om Zein Akan Perbaiki Akses Jalan Taman Batu, Ini Syaratnya

PURWAKARTA - Bayangkan sebuah pemandangan: pegunungan hijau membentang di kejauhan, udara sejuk menyapa kulit, dan suara air yang mengalir menyejukkan telinga.Itulah gambaran awal yang terlintas ketika membayangkan Taman Batu Bojong di Purwakarta. Namun, keindahan alam semata tak cukup untuk menjamin keberlangsungan destinasi wisata ini.Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, menekankan pentingnya dua hal yang saling berkaitan: infrastruktur jalan yang memadai dan kebersihan lingkungan sekitarnya.Pada kunjungan monitoringnya tanggal 2 April 2025 lalu, Om Zein menyampaikan komitmen untuk memperbaiki jalan akses menuju Taman Batu Bojong. Namun, perbaikan ini diiringi dengan sebuah syarat, yakni: partisipasi aktif warga sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan dan khususnya bahu jalan menuju kawasan wisata."Kita akan perbaiki jalan akses ke taman batu dengan syarat warga mau bersihkan bahu jalan yang penuh dengan rumput, dan jangan buang sampah sembarangan," kata Om Zein.Bayangkan jalanan yang mulus dan bersih kontras dengan pemandangan sampah berserakan dan rumput liar yang tumbuh tak terkendali. Kondisi tersebut bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengurangi kenyamanan pengunjung dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.Komitmen Menjaga Kebersihan Lingkungan Kawasan WisataOm Zein menggambarkannya dengan gamblang: seindah apapun pemandangan alam, sampah dan jalanan yang rusak akan merusak pengalaman wisata. Kebersihan lingkungan di sekitar Taman Batu Bojong bukan sekadar soal estetika. Bau tidak sedap, genangan air kotor, dan potensi keberadaan hewan pembawa penyakit akan sangat mengganggu kenyamanan, bahkan membahayakan kesehatan pengunjung."Oleh karena itu, komitmen bersama dari pengelola wisata, warga, dan aparatur desa sangat penting. Tempat sampah yang memadai, pembersihan rutin, dan sosialisasi yang intensif tentang pentingnya menjaga kebersihan merupakan langkah-langkah nyata yang harus dilakukan," ujarnya.Selain kebersihan, infrastruktur jalan yang baik menjadi kunci utama aksesibilitas. Jalan yang mulus, lebar, dan terawat akan memudahkan pengunjung mencapai Taman Batu Bojong. Sebaliknya, jalan yang rusak, berlubang, dan sempit akan menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan membahayakan keselamatan.Perbaikan dan Pemeliharan Infrastruktur Jalan Secara BerkalaPerbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan secara berkala, termasuk penambahan penerangan jalan, sangat penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan, terutama pada malam hari.Lebih jauh lagi, Om Zein melihat kebersihan dan infrastruktur yang baik sebagai investasi jangka panjang. Taman Batu Bojong yang bersih dan mudah diakses akan menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Kerja sama yang harmonis antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat sekitar merupakan kunci keberhasilannya," kata Om Zein.Taman Batu Bojong, dengan keindahan bebatuan alami di kaki Gunung Burangrang, kolam renang alami yang jernih, dan suasana sejuknya, berpotensi menjadi destinasi wisata yang luar biasa."Namun, keindahan alam ini harus dijaga dan di lestarikan dengan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan memperbaiki infrastruktur. Kedepan, jalan menuju Taman Batu Bojong, sebaiknya menjadi cerminan dari keindahan yang ada di dalamnya: bersih, tertata rapi, dan nyaman," demikian Om Zein. (Diskominfo Purwakarta)Foto : Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein saat monitoring kawasan wisata Taman Batu Bojong.

Pertemuan Sherpa Emerging Market Economies: Bahas Upaya Perkuat G20 dan Komitmen Sistem Multilateral yang Inklusif, Adil, dan Berorientasi pada Hasil Nyata bagi

Pemerintah terus berupaya memastikan partisipasi Indonesia dalam G20 memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui kebijakan ekonomi yang inklusif. Untuk itu, dalam forum diskusi mengenai evaluasi G20, Indonesia turut mendorong G20 menjadi forum ekonomi premier dunia yang mengedepankan prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan keterwakilan yang adil.

TERPOPULER MINGGU INI

Wabup Hendra Buka Tournament Sepak Bola Sasando Cup Tahun 2022

LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto membuka tournament sepak bola (U 15) SASANDO CUP Tahun 2022 se Kecamatan Limboto Barat dan Kecamatan Tibawa.

Bupati Nelson Jadi Narasumber Pelatihan Kapasitas Staf Pemerintah Tentang SOP-GA

LIMBOTO – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menjadi Narasumber pada Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf Pemerintah Tentang Standard Operating Procedure – Good Agricutural Practices (SOP-GAP) Komoditi

Goa Kalilawa Waterfall Dulamayo Utara Jadi Potensi Wisata Daerah

LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S Hemeto mengatakan Wisata Goa Kalilawa di Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo mampu jadi potensi wisata

Jadi Narsum Webinar Nasional, Bupati Nelson Paparkan Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara

LIMBOTO – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menjadi narasumber pada acara Webiner Nasional dengan Tema “Ayo Bangkit, Kelapa Pohon Kehidupan Menjadi Industri Strategis Nasional. Webiner Nasional